Pertandingan semakin seru di hari kelima babak penyisihan kategori perorangan kompetisi bulutangkis MILO School Competition di GOR Master Malang hari Minggu (4/3/2012). Secara mengejutkan pemain unggulan pertama tunggal putri SMP Aswin Maharani dari SMP Cahaya Surabaya ditaklukan oleh Erien Novitasari dari SMPN 8 Malang yang merupakan pemain non unggulan dengan skor 21-19; 21-18.
Erien yang ditemui usai bertanding mengatakan tidak menyangka bisa mengalahkan Aswin. “Saya tidak pernah memikirkan siapa lawan tanding nantinya. Yang penting saya hanya berusaha semaksimal mungkin,” ujar Erien usai bertanding melawan Aswin.
Menurut Erien, banyak persiapan yang harus dilakukan di kejuaraan MILO School Competition di Malang ini. Erien yang mengenal dunia bulutangkis sejak kelas III SD sebetulnya telah mengoleksi beberapa prestasi antara lain Juara I Tunggal Putri Pemula se Kota Malang tahun 2011 dan Juara II Malaysia Open Tingkat Pemula tahun 2010.
“Saya memang punya cita-cita seperti Kak Taufik Hidayat, jadi juara dunia. Tapi ini semua tinggal kesempatan yang bisa saya gunakan untuk menjadi juara nantinya,” ungkapnya.
Agus MS pembimbing Erien di Klub Radio Kota Malang mengatakan bahwa Erien baru pertama kali mengikuti MILO School Competition. “Kalau selama ini Erien tidak masuk pemain unggulan sudah sewajarnya karena baru kali ini ikut. Artinya, di sinilah, kemampuan Erien diuji dan kami yakin itu bisa dilakukan Erien.” papar Agus.
Tapi sayangnya pada babak berikutnya, Erien harus mengakui keunggulan permainan Mia dari SMP Shafta Surabaya dengan skor 17-21; 16-21. Mia sendiri merupakan unggulan kelima di kejuaraan MILO School Competition.
Dengan kegagalan Erien tersebut Agus berharap dapat memacu semangat anak didiknya untuk berlatih lebih giat lagi dan meraih prestasi lebih tinggi. Dengan adanya MILO School Competition ini, menurut Agus tidak hanya melahirkan para juara bulutangkis di tingkat SD dan SMP saja, tapi juga akan melahirkan bibit-bibit baru di dunia bulutangkis. Tinggal tergantung, kesempatan yang diberikan pada bibit-bibit baru itu untuk meraih prestasinya.
Sementara Mia mengungkapkan bahwa lawan main yang dianggapnya berat justru dari teman satu sekolahnya yakni Anita W pemain unggulan ketiga. Ini tak lain karena Mia sering berlatih bersama dan tahu gaya permainan Anita.
Sedangkan untuk bisa lolos ke babak final, Mia harus menghadapi Ayu Nawang W pemain unggulan keempat dari SMP Semen Gresik. “Saya yakin bisa lolos karena saya ingin juga bisa berlaga di Jakarta. Sama Ayu sendiri belum pernah bertanding,” pungkas Juara III Ganda Campuran Piala KONI Jatim 2012.